Strategi mendatangkan untung saat beli Rumah Lelang

Pada era serba mahal ini, membeli rumah lelang adalah solusi cerdas agar Kamu dapat membeli rumah dengan harga murah. Jika Kamu juga berminat mencari hunian dengan harga yang terjangkau, tidak ada salahnya mencoba cara yang satu ini. Penasaran seperti apa strateginya cari rumah dijual daerah Depok murah yang dilelang? Mari simak pembahasannya berikut ini.

Dengan semakin sulitnya kondisi perekonomian di Indonesia, kini mayoritas masyarakat mengalami kendala biaya untuk memiliki rumah yang diidam-idamkan. Oleh karena itu, semakin banyak alternatif solusi yang muncul demi memudahkan masyarakat dalam memperoleh hunian impian. Misalnya saja Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit inhouse, serta rumah lelang.

Rumah Dijual Daerah Depok

Karena KPR dan kredit inhouse sudah sering dibahas sebelumnya, mari kini membahas mengenai rumah lelang. Dari mana rumah lelang berasal?

Untuk menjawabnya, cobalah lihat ilustrasi berikut ini:

Bapak Komar membeli rumah dengan cara KPR lewat Bank B dengan angsuran 15 tahun. Tapi, setelah melunasi uang muka (DP) atau persekot dan mencicil sampai tahun ketiga, bisnisnya bangkrut. Alhasil, Bapak Komar tidak bisa melunasi cicilan rumahnya dan terjadi kredit macet. Bila hal seperti ini terjadi, Bank B akan mengambil alih rumah tersebut untuk dilelang untuk melunasi cicilan yang tak mampu dibayar Bapak Komar. Karena biasanya pihak debitur sudah membayar sebagian kewajibannya (dalam kasus di atas Bapak Komar sudah membayar DP dan cicilan selama 3 tahun), biasanya rumah akan dijual lebih murah.

Ditambah lagi bank membutuhkan dana segera untuk perputaran uang di bank, sehingga memang wajar harga rumah lelang akan ditekan serendah mungkin agar gampang terjual. Oleh karena itu, Kamu bisa memperoleh hunian dengan harga lebih murah dengan cara membeli rumah lelang ini. Tetapi supaya untung, Kamu perlu mengaplikasikan beberapa strategi berikut ini.

  • Pastikan Rumah Memiliki Sertifikat dan Dokumen yang Lengkap

Meskipun lelang bank didasari hukum dan terjamin keamanannya, namun Kamu tetap harus berhati-hati. Biasanya pihak bank sudah mengecek kelengkapan sertifikat dan dokumennya, tapi Kamu perlu melakukan pengecekan ulang. Adapun beberapa dokumen yang sebaiknya Kamu cek kelengkapannya antara lain, Sertifikat tanah dan rumah (SHM atau SHGB), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan sebagainya. Apabila dokumen tidak lengkap, Kamu harus mempertimbangkan lagi untuk membeli rumah itu. Lebih baik mencari rumah lain daripada nantinya terkena masalah karena ketidak lengkapan dokumen, bukan?

  • Lakukan Survei Lokasi

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, membeli rumah adalah keputusan besar yang perlu dipikirkan matang-matang. Kamu perlu tahu apa yang Kamu dapatkan dengan jelas sebelum memutuskan untuk membayarnya. Melalui iklan rumah dijual daerah Depok secara lelang, peroleh informasi alamat rumah tersebut untuk melakukan survei lokasi secara langsung. Survei lokasi ini memiliki beberapa tujuan, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Mengetahui lokasi dan kondisi lingkungan sekitar.
  • Mengetahui kondisi rumah dengan nyata, apakah layak huni atau tidak.
  • Mengecek apakah rumah sesuai dengan spesifikasi yang dituliskan bank.
  • Mengecek persetujuan pemilik rumah agar meminimalisasi risiko sengketa.
  • Mensimulasikan apakah rumah cocok untuk Kamu atau tidak, dan lain-lain.

Tanpa survei lokasi, Kamu bisa saja merasa tertipu nantinya karena apa yang Kamu bayangkan sangat jauh berbeda dengan realitanya.

  • Mengecek Riwayat Rumah

Cara ketiga ini dapat Kamu lakukan dengan mengumpulkan informasi langsung dari pihak bank. Tanyakan beberapa hal berikut ini:

  • Seperti apa riwayat rumah tersebut?
  • Apa penyebab rumah dijual? Apakah karena kredit macet, atau apakah rumah pernah menjadi TKP tindakan kriminal atau pembunuhan?
  • Apakah ada sengketa terkait rumah tersebut?

Apabila Kamu takut bank memberi informasi palsu agar rumah cepat terjual, Kamu juga bisa mengumpulkan informasi dari tetangga dan warga sekitar mengenai sejarah rumah tersebut.

  • Pahami Dokumennya

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah lelang bank, Kamu sebaiknya memahami dokumennya. Cobalah pelajari dulu perjanjian kredit (PK) dan akta pemberian hak tanggungan (APHT) dengan baik. Dokumen-dokumen itu mengatur perjanjian lelang bank dengan pemilik rumah. Apabila sudah ada kesepakatan hitam di atas putih antara bank dan pemilik rumah, barulah rumah lelang tersebut terjamin keamanannya.

  • Tahapan Lelang Rumah

Selain mengaplikasikan beberapa strategi di atas, ada baiknya Kamu juga mengetahui prosedur lelang rumah secara mendasar. Dengan demikian Kamu bisa menjalaninya dengan baik dan benar. Lelang rumah biasanya dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atau pihak swasta yang ditunjuk bank. Lalu bagaimana dengan tahapan lelang rumah? Umumnya tahapan lelang rumah yang umum dilakukan bank adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pendaftaran ke KPKNL atau pihak swasta yang ditunjuk bank.
  • Membayar uang jaminan sebesar 20 hingga 50 persen dari harga lelang.
  • Jika Kamu dinyatakan kalah lelang, maka uang jaminan akan
  • Jika Kamu dinyatakan menang lelang, maka biaya harus dilunasi dalam 5 hari kerja.
  • Setelah melunasi lelang, KPKNL akan memberi risalah yang harus dibawa ke bank
  • Risalah akan ditukar dengan dokumen rumah di bank

Kini Kamu sudah tidak perlu ragu lagi untuk membeli rumah dijual daerah Depok lelang bukan? Kamu sudah memiliki bekal strategi dan pengetahuan untuk melakukannya. Kamu bisa memperoleh hunian idaman dengan penawaran terbaik yang aman jika Kamu mengaplikasikan beberapa hal yang telah dijabarkan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *