Berita Politik : Pengaruh Suara Perempuan Pada Pemilu 2019

Populasi perempuan di Indonesia sudah jelas lebih banyak dari pada pria. Berbagai polemik hari ini pun banyak menyorot perempuan sebagai korbannya. Ada banyak hak asasi manusia yang perlu dibahas terkait berbagai permasalahan yang terjadi kepada kaum perempuan hari ini. Tidak heran jika berita politik pun turut membahas tentang peran suara perempuan pada pemilu kali ini.

 

Suara perempuan dalam pemilihan nanti akan menjadi sebuah hasil yang sangat mempengaruhi kemenangan para paslon. Kita tentu bisa melihat berbagai usaha yang dilakukan untuk bisa mengayomi dengan baik kalangan perempuan. Memberikan berbagai solusi untuk masalah yang terjadi pada kaum perempuan jelas dapat menarik simpati dan mengambil suaranya dalam pemilihan nanti.

Berita Politik

Seberapa besar presentase suara perempuan pada pemilu 2019?

Dari berbagai data, dukungan suara perempuan tercatat dengan jelas. 54,5% responden perempuan memilih Jokowi-Ma’ruf dan 21,6% responden perempuan memilih Prabowo-Sandiaga. Data ini disebutkan oleh Direktur Eksekutif Y Publica, Rudi Hartono. Pernyataan ini keluar saat dirilisnya survei dengan judul ‘Kemana Suara Pemilih Perempuan Pemilu 2019’.

Kita tentu sudah sama-sama mengetahui kedua paslon memiliki narasi dan isu perempuan yang dipaparkannya. Di mana paslon Prabowo-Sandi dengan judul ‘The Power Of Emak-Emak’. Pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan judul ‘Ibu Bangsa’. Keduanya secara garis besar tentu memiliki visi yang sama untuk melindungi dan memberikan solusi terbaik dari berbagai masalah terkait perempuan hari ini.

Dalam berita politik juga disebutkan bahwa data terkait kepedulian para paslon kepada hak perempuan tercatat dengan persentase 50,7 persen responden mengatakan Jokowi-Ma’ruf memiliki sikap paling peduli dengan hak perempuan. 30,2 persen responden mengatakan Prabowo-Sandi yang memiliki rasa peduli dengan hak-hak perempuan. Hanya saja masih ada tanggapan dari kaum perempuan bahwa narasi yang disampaikan dari kedua kandidat belum mewakili berbagai aspirasi yang diinginkan.

Beberapa kelompok aktif perempuan yang ambil suara dalam pemilihan presiden ini di antaranya ada Atty yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan. Mereka sangat bersemangat untuk mendukung paslon tahun ini. Mereka memiliki harapan kepada calon yang terpilih nantinya dapat membuat kaum perempuan menjadi lebih sejahtera.

Tidak hanya itu, suara perempuan dari kelompok perempuan KEREN (Keren itu Kreatif, Energik, Religius, dan Nasionalis) Jawa Timur juga angkat bicara. Kelompok ini dipimpin oleh Lita Machfud Arifin selaku ketua dan merupakan istri  dari mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin. Mereka juga menaruh harapan kepada calon yang terpilih tentunya dapat lebih baik lagi dalam menindak lanjuti berbagai hal terkait perempuan.

Para paslon tentunya memiliki taktik sendiri untuk merebut hati kaum perempuan dengan berbagai kebijakan dan juga visi-misinya. Berbagai usulan datang untuk memasukkan tema atau isu perempuan ke dalam tema debat yang akan segera dilaksanakan.

Salah satunya usulan datang dari Koalisi Perempuan Indonesia Beragam memberikan usulan kepada Komisi Pemilihan Umum RI. Usulannya adalah meminta kedua pasangan calon Presiden ini dapat mengangkat isu perempuan secara spesifik. Usulan ini disampaikan langsung oleh Sekjen Koalisi perempuan Indonesia Beragam, Dian Kartika Sari, saat berada di Gedung KPU.

Usulan ini datang setelah melihat berita politik tentang tema debat yang telah dijadwalkan tidak ada tema khusus yang membahas tentang perempuan. Seharusnya, ada sesi khusus untuk memaparkan tentang hak-hak perempuan Indonesia. Seluruh perempuan di Indonesia tentunya menginginkan kesejahteraan atau perlindungan dari negara atas HAM yang dimiliki.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *